Nama : Hilda Faiqoturrohmah
NIM : 12153203
Kelas: 12.4A.35
MK : Proyek Sistem Informasi Manajemen
Kerangka Kerja / Framework
Manajemen Proyek – Pertemuan 3
- SCOPE MANAGEMENT
Merupakan
Proses yang diperlukan agar proyek tersebut mencakup semua ruang lingkup yang
diperlukan dan memastikan apakah proyek sudah berisi kegiatan-kegiatan yang
perlu dilakukan supaya proyek sukses dengan mengendalikan dan mendefinisikan
hal-hal yang berhubungan dengan proyek maupun tidak.
Ada 6 tahap
dalam scope management yaitu :
- Plan Scope Management, Proses
menciptakan rencana ruang lingkup proyek. Ruang lingkup proyek Akan
didefenisikan , divalidasi dan dikontrol.
- Collect Requirement, Proses
mendefenisikan dan mendokumentasikan kebutuhan Stakeholder untuk
tercapainya tujuan proyek.
- Define Scope, Proses untuk
membuat deskripsi detail dari proyek dan produk.
- Create WBS (Work Breakdown
Structure), Penguraian pekerjaan secara hirarki oleh tim proyek untuk
mencapai tujuan proyek dan menciptakan rincian pekerjaan yang diperlukan,
dengan masing-masing level yang mewakili setiap detil rincian pekerjaan.
- Validate Scope, Tahap dimana
final project diserahkan kepada stakeholder untuk diverifikasi. Bertujuan
untuk kelayakan deliverable sesuai standar yang telah di tentukan atau
tidak.
- Control Scope, Proses
pemantauan status proyek dan ruang lingkup produk dan mengelola perubahan
berdasarkan lingkupnya.
2. TIME MANAGEMENT
Merupakan
suatu kegiatan yang mencakup semua proses dan prosedur yang diperlukan agar
proyek dapat berjalan tepat waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk
kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas
terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan
sebelumnya, dan efisien tidak lain mengandung makna pengurangan waktu yang
ditentukan.
Ada 7 tahap
dalam time management yaitu :
- Plan Schedule Management,
Proses pembentukan kebijakan, prosedur, dan dokumentasi untuk
merencanakan, membangun, mengelola, melaksanakan, dan mengendalikan jadwal
proyek.
- Define Activities, Suatu proses
mengidentifikasi dan menjadwalkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan
dalam suatu penyelesaian proyek secara terperinci, lengkap dan jelas.
- Sequence Activities, Proses
mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan antar kegiatan suatu
proyek.
- Estimate Activity Resources,
Proses untuk memperkirakan jenis dan jumlah bahan (material), sumber daya
manusia, peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan
setiap aktivitas.
- Estimate Activity Duration,
Proses memperkirakan jumlah periode kerja yang diperlukan untuk
menyelesaikan kegiatan dengan perkiraan sumber daya.
- Develop Schedule, Untuk membuat
suatu jadwal proyek yang realistis yang menyediakan suatu dasar untuk
memantau berjalannya proyek untuk dimensi waktu proyek.
- Control Schedule, Untuk
mengetahui status dari jadwal proyek, faktor yang depengaruhi karena
perubahan jadwal,menentukan jadwal yang berubah, dan mengatur perubahan
ketika perubahan itu terjadi.
3. COST MANAGEMENT
Cost atau
Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan
spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya.
Project Cost
Manajement atau biasa disebut dengan manajemen biaya adalah sebuah metode yang
menggunakan teknologi untuk mengukur biaya dan produktivitas melalui siklus
hidup penuh proyek tingkat perusahaan. Project Cost Manajemen meliputi beberapa
fungsi khusus manajemen proyek yang mencakup kontrol pekerjaan memperkirakan,
pengumpulan data lapangan, penjadwalan, akuntansi dan desain.
4. QUALITY MANAGEMENT
Merupakan
proses yang dilakukan, untuk menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang
telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun
guidelines. Semua aktivitas yang dilakukan oleh organisasi proyek untuk
memberikan jaminan tentang kabijakan kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari
pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.
Ada 4 tahap
dalam quality management yaitu :
- Plan Quality, Proses
mengidentifikasi standar kualitas yang relevan dengan proyek yang sedang
dikerjakan dan menentukan bagaimana agar dapat memenuhi standar kualitas
tersebut.
- Perform Quality Control,
Memonitor hasil-hasil proyek yang spesifik untuk memeriksa apakah sudah
memenuhi kualifikasi standar relevan yang sudah disepakati dan
mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh.
- Perform Quality Assurance,
Menjalankan apa yang sudah direncanakan untuk menjamin bahwa tim proyek
sudah menjalankan semua proses yang dibutuhkan untuk memenuhi standar
kualitas yang relevan.
- Quality improvement, Proses
menganalisa kinerja dan mengambil tindakan metodis dan sistemik untuk
memperbaikinya
5. HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Project
Human Resource Management (Manajemen Sumber Daya Manusia dalam proyek) adalah
proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang
terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya
secara efektif dan efisien. Manajemen SDM dibutuhkan dalam proyek, untuk memastikan
bahwa tenaga ahli yang ditugaskan kompeten dan telah bekerja secara
profesional.
Human
Resource Management adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan,
mempertahankan, menarik, dan menvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah
organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas sumber daya manusia, dan
karakteristik unit organisasinya. (Manajemen Sumber Daya Manusia, Henry
Simamora).
Ada 4 tahap
dalam human reseorce management yaitu :
- Plan Human Resource Management,
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek,
tanggung jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan
orang-orang lain dalam proyek.
- Acquire Project Team, Usaha
untuk mendapatkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan
proyek.
- Develop Project Team,
Meningkatkan kompetensi dan interaksi anggota tim proyek, baik secara
individual maupu secara berkelompok untuk meningkatkan kinerja proyek.
- Manage Project Team, Memantau
kinerja tim proyek dengan memberikan masukan atau motivasi, solusi ataupun
sekedar koordinasi dalam rangka meningkatkan kinerja proyek.
6. COMMUNICATION MANAGEMENT
Merupakan
sebuah proses pengembangan pendekatan yang paling sesuai dalam komunikasi di
sebuah proyek dengan didasari pada kebutuhan informasi masing-masing stakeholder
dan informasi serta asset-aset organisasi yang tersedia.
Project
Communication Management memiliki 3 bagian utama yaitu:
- Plan Communication Management,
Proses pengembangan pendekatan yang tepat dan rencana proyek komunikasi
berdasarkan kebutuhan informasi dan persyaratan stakeholder, dan aset
organisasi yang tersedia.
- Manage Communication, Proses
untuk membuat, mengumpulkan, mendistribusi, menyimpan, mengembalikan dan
penempatan dari informasi proyek berdasarkan communication management
plan.
- Control Communication, proses
monitoring dan pengendalian komunikasi di seluruh siklus proyek untuk
memastikan kebutuhan informasi dari para stakeholder proyek terpenuhi.
- RISK MANAGEMENT
Merupakan
suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang
berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian
risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan
menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumber daya.
- PROCUREMENT MANAGEMENT
Merupakan
bagian dari proses manajemen proyek di mana produk atau jasa yang diperoleh
atau dibeli dari luar basis karyawan yang ada (yang akan bekerja pada proyek)
dalam rangka untuk menyelesaikan tugas atau proyek.
Ada 4 proses
dalam procurement management yaitu :
- Plan Procurement, Proses
menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses
pengadaannya. Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil
dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh
distributor kelak
- Conduct Procurement, proses
mendapatkan respon seller, memilih seller, dan pemberian kontrak.
- Control Procurement, Proses
mengelola procurement relationship , monitoring contracts performance, dan
membuat perubahan dan perbaikan sesuai dengan kebutuhan.
- Close Procurement, Proses
menyelesaikan setiap proyek pengadaan. Mendukung close project atau Phase
project karena melibatkan verifikasi bahwa semua pekerjaan dan deliverable
sudah diselesaikan.
- PROJECT INTEGRATION MANAGEMENT
kumpulan
aktivitas dan proses yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefinisi,
mengkombinasi, menyatukan dan mengkoordinasi berbagai proses dan aktivitas
manajemen proyek dalam suatu proses yang berkesinambungan.
Project
Integration Management terdiri dari:
- Develop Project Charter,
Dokumen proyek yang mendefinisikan ruang lingkup, tujuan, dan stakeholder
dalam sebuah proyek.
- Develop Project Management
Plan, Dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua dokumen
perencanaan proyek.
- Direct and manage Project Work,
Proses menjalankan pekerjaan yang telah didefinisikan dalam project
management plan dalam rangka memenuhi tujuan dari proyek.
- Monitor and Control Project
Work, Suatu tindakan yang saling timbal balik jadi saat kita melakukan
tugas monitoring proyek pasti kita juga akan melakukan tugas controling
terhadap proyek yang sedang kita jalankan.
- Perform Integrated Change
Control, Proses meninjau kembali semua permintaan perubahan yang terjadi
dalam keputusan di dalam sebuah proyek seperti dalam organizational process
asset dan project management plan.
- Close Project or Phase, Proses
penyelesaian seluruh aktivitas dalam pengembangan proyek yang telah
dikerjakan.
SUMBER :
http://www.mypmhome.com/project-time-management/
https://ops.fhwa.dot.gov/publications/fhwahop09028/chap_2.htm
https://vgpblog.wordpress.com/2015/12/06/generating-value-by-implementing-a-quality-management-system-qms/
imeldas.blog.ittelkom.ac.id/blog/files/2010/05/MPTI8.ppt
blog.trisakti.ac.id/informazi/2011/11/17/manajemen-sdm-proyek/