Kamis, 27 April 2017

Struktur Organisasi Proses pert 5 (Sistem Proyek Informasi)

Nama   : Hilda Faiqoturrohmah
NIM    : 12153203
Kelas   : 12.4A.35


Berikut diberikan tiga bentuk organisasi proyek :
1. Organisasi Proyek Fungsional – OPF

fungsional
Keuntungan struktur organisasi OPK
  1. prinsipnya sama dengan OPF, hanya disini ditambah dengan seorang koordinator yang tugasnya hanya mengelola proyek sebagai penanggung jawab tunggal, maka proyek lebih diperhatikan. 
  2.  mengurangi tugas manajer lini dalam memimpim proyek dan pelaporan detail proyek. 
  3.  sumber informasi, kesulitan, detail proyek, lebih mudah diperoleh dengan melalui koordinator.sebagai penanggung jawab tunggal. 
Kelemahan struktur organisasi OPF 
  1. karena adanya kegiatan yang rangkap, maka seringkali proyek menempati prioritas kedua dibandingkan kegiatan rutinnya. 
  2. penanggung jawab proyek dirangkap oleh manajer lini, sehingga tidak ada penanggung jawab tunggal.
  3. kurang adanya penekanan kepentingan proyek disebabkan oleh perangkapan kegiatan fungsional tadi. 
  4.  untuk proyek besar yang komplek tidak dapat diterapkan.
 2. Organisasi Proyek Murni – OPMi
murni

Keuntungan :
  1.  pimpro mempunyai wewenang penuh atas pengelolaan proyek, dan bertindak sebagai penanggung jawab tunggal. 
  2.    Efektivitas penyelenggaraan proyek yang dilaksanakan sangat tinggi
Kelemahan :
  1. terlalu mahal dan tidak efisien untuk membagi dan memecah penggunaan sumber daya, misalnya peralatan konstruksi dan tenaga di masing-masing proyek. 
  2. umur departemen fungsional tambahan amat terbatas sesuai dengan umur proyek yang ditangani.

3. Organisasi Proyek Matriks


matrick 



 Keunggulan:
  1. Dengan adanya penanggung jawab tunggal maka kepentingan proyek dapat dijaga, dipelihara dan dikerjakan terus-menerus secara berkesinambungan.
  2.  Memungkinkan tanggapan atas persoalan yang timbul dengan cepat. 
  3.  Memungkinkan pemakaian bersama terhadap tenaga ahli atau sumber  daya lain secara efisien oleh lebih dari satu proyek.
  4. Di samping tugasnya dalam proyek yang bersangkutan, para spesialis dapat tetap memelihara dan meningkatkan profesinya serta mengikuti kemajuan teknologi karena tetap terikat dengan induk organisasi fungsionalnya. Petugas proyek memilki tempat bernaung yaitu, organisasi induk semula, bila proyek tidak memerlukan lagi keahliannya.
Kelemahan:
  1. Meskipun tanggung jawab tercapainya sasaran-sasaran proyek seperti anggaran biaya, jadwal, dan mutu berada di tangan pimpro, tetapi keputusan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan keperluan personil (kualits dan kuantitas) berada di departemen lain yang terletak di luar jalur komandonya.
  2.  Mempunyai sifat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan organisasi lain pendukung proyek. Sering kali organisasi tersebut memiliki tugas-tugas lain di samping proyek yang dimaksud, bahkan tidak jarang lebih dari satu proyek yang dikerjakan pada kurun waktu bersamaan.
  3.  Terdapat dua jalur pelaporan (dua atasan) bagi anggota tim inti proyek. Hal ini sering menimbulkan kebingungan dalam melaksanakanpekerjaan. 

sumber
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/473/jbptunikompp-gdl-djokosetri-23633-3-3_strorg-i.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar