Nama : Hilda Faiqoturrohmah
Kelas : 12.4A.35
NIM : 12153203
Tugas Proyek
Sistem Informasi (Pertemuan 1)
Buatlah metodologi manajemen
proyek disertai penjelasannya
1. Metodologi The
Traditional Approach
2. Metodologi
Rational Unifed Process
3.
Metodologi Critical Chain
Jawab
1. Metodologi
The Traditional Approach
Pendekatan
klasik/pendekatan tradisional/pendekatan konvensional. metodologi ini
mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan - tahapan pada System Life
Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembang akan berhasil bila
mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
2. Metodologi
Rational Unifed Process
RUP, singkatan dari Rational Unified Process, adalah
suatu kerangka kerja proses pengembangan
perangkat lunak iteratif yang
dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu
kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh
organisasi pengembang dan tim proyek perangkat
lunak yang akan memilih elemen
proses sesuai dengan kebutuhan mereka. Penerapan Tahapan Metodologi Pengembangan Lunak dengan Menggunakan RUP
(Contoh Kasus). Metodologi Rational Unified Process
(RUP).Metode RUP merupakan metode pengembangan kegiatan yang berorientasi
pada proses. Dalam metode ini, terdapat empat tahap pengembangan
perangkat lunak yaitu:
1. inception
Pada tahap ini pengembang mendefinisikan batasan kegiatan, melakukan analisis kebutuhan user , dan melakukan perancangan awal perangkat lunak (perancangan arsitektural dan user case). Pada akhir fase ini, prototipe perangakat lunak versi Alpha harus sudah dirilis.
2. Elaboration
Pada tahap ini dilakukan perancangan perangkat lunak mulai dari menspesifikan fitur perangkat lunak hingga perilisan prototipe versi Betha dari perangkat lunak.
3.Contruction
Pengimplentasian rancangan perangkat lunak yang telah dibuat dilakukan pada tahap ini. Pada akhir tahap ini, perangkat lunak versi akhir yang sudah disetujui administrator dirilis beserta dokumentasi perangkata lunak.
4.Transition
Instalasi, deployment dan sosialisasi perangkat lunak dilakukan pada tahap ini.
1. inception
Pada tahap ini pengembang mendefinisikan batasan kegiatan, melakukan analisis kebutuhan user , dan melakukan perancangan awal perangkat lunak (perancangan arsitektural dan user case). Pada akhir fase ini, prototipe perangakat lunak versi Alpha harus sudah dirilis.
2. Elaboration
Pada tahap ini dilakukan perancangan perangkat lunak mulai dari menspesifikan fitur perangkat lunak hingga perilisan prototipe versi Betha dari perangkat lunak.
3.Contruction
Pengimplentasian rancangan perangkat lunak yang telah dibuat dilakukan pada tahap ini. Pada akhir tahap ini, perangkat lunak versi akhir yang sudah disetujui administrator dirilis beserta dokumentasi perangkata lunak.
4.Transition
Instalasi, deployment dan sosialisasi perangkat lunak dilakukan pada tahap ini.
3. Metodologi
Critical Chain
Critical
Chain Project Management (CCPM) adalah suatu metode penjadwalan baru yang dapat
menjadi suatu alternatif baru sebagai solusi dari permasalahan tersebut.
Sebenarnya CCPM tidak semata-mata melakukan penjadwalan proyek seperti yang
dilakukan oleh CPM / PERT tetapi juga melakukan pendekatan manajemen. Semua ini
bisa ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome,
parkinsons law serta memberi buffer di waktu akhir proyek. Penelitian ini
bertujuan untuk menerapkan metode CCPM tersebu.
Contoh penerapan metodelogi ini bisa dilihat pada proyek The Grove
Apartement, Retail and Mediawalk Jakarta yang tengah berjalan. Penjadwalan awal
proyek menggunakan metode penjadwalan tradisional berupa gantt chart yang
kemudian dibreakdown lebih detai ldan lengkap dengan hubungan antar
aktivitasnya ke dalam bentuk CPM (Critical Path Method), dan kemudian akan
dibandingkan dengan hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan
multitasking, menghilangkan safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer
dalam pengerjaannya. Selanjutnya perhitungan dengan metode penjadwalan CPM
(Critical Path Method) dan CCPM (Critical Chain Project Management) akan
dibandingkan menurut segi waktu dan segi biayanya. Dari hasil penelitian ini
didapatkan durasi waktu dengan menggunakan metode penjadwalan CCPM adalah 304
hari. Sedangkan pada CPM didapatkan durasi 389 hari. Dari segi biaya, CCPM
mampu menghemat biaya sedikitnya 2,1 milyar rupiah. Ini berarti metode
penjadwalan CCPM lebih menguntungkan untuk diterapkan di proyek ini dari pada
penjadwalan CPM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar