LAPORAN
KUNJUNGAN INDUSTRI PADA
PT. GUNUNG SLAMAT (TEH CAP POCI)
Laporan
Diajukan untuk memenuhi Tugas Kuliah pada Program Diploma Tiga D III
Disusun Oleh:
Hilda Faiqoturrohmah (12153203)
Program
Studi Manajemen Informatika
Akademi
Manajemen Informatika dan Komputer BSI Tegal
Tegal
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas laporan
kunjungan Industri di PT. Gunung Slamat (Teh Poci) ini dengan baik dimana tugas ini penulis sajikan dalam bentuk buku yang
sederhana, adapun judul penulisan Laporan Kunjungan Industri yang saya ambil
sebagai berikut :
“LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. GUNUNG SLAMAT” Tujuan penulisan laporan ini
dibuat untuk memenuhi tugas akhir semester III ( tiga ) pada program Diploma III (D3) AMIK BSI Tegal. Sebagai bahan penulisan
diambil berdasarkan hasil penelitian, beberapa sumber literatur yang mengandung
penulisan ini. Saya menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua
pihak, maka penulisan laporan ini tidak akan lancar, oleh karena iu pada
kesempatan kali ini saya menyampaikan ucapan terima kasih :
1.
Bapak Ir. Naba Aji Notoseputro selaku Direktur AMIK
Bina Sarana Informatika.
2.
Bapak Warjiono M.Kom selaku Kepala Cabang AMIK BSI
Tegal.
3.
Staff/Karyawan/dosen dilingkungan AMIK BSI Tegal
4.
Orang tua tercinta yang telah memberi dorongan kepada
saya
5.
Serta rekan-rekan yang ikut memberikan bantuannya
dalam pembuatan laporan kunjungan ini, khususnya MI 3.
6.
Serta semua pihak yang tak mungkin saya sebutkan stu
persatu sehingga terwujudnya penulisan ini. Saya menaari bahwa penulisan
laporan kunjungan industri ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaa saya sebagai
penulis yang bersifat membangun demi kesempurnaa saya sebagai penulis dimasa
yang akan datang.
Tegal, 3 Desember 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR
GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
1.2
Manfaat
BAB II PELAKSANAAN
2.1 Waktu Pelaksanaan
2.2 Rundown Acara
2.3 Materi Kunjungan
2.4 Dokumentasi
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Foto Bersama di PT. Gunung Slamat
Gambar II.2 Presentasi Bpk. Ari Dwindarso mengenai
PT. Gunung Slamat
Gambar II.3 Foto Bersama
Gambar II.4 Foto Proses Produksi Teh Hijau Melati
Gambar II.5 Foto Macam-macam jenis Bunga melati
Gambar II.6 Foto Peralatan Produksi
Mesin Pengering Teh
Gambar II.7 Foto Peralatan Produksi
Baceman & Pewangian Teh
Gambar II.8 Foto Proses Quality Control
Gambar II.9 Foto Jenis Merk Teh Tasseo
Gambar II.10 Foto Jenis Merk Teh Sadel
Gambar II.11 Foto Jenis Merk Teh Cap Botol
Gambar II.12 Foto Jenis Merk Teh Cap Poci
Gambar II.13 Foto Jenis Merk Teh Celup Sosro
Gambar II.14 Foto Proses Pengemasan secara
Tradisional
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Tujuan
Adapun tujuan dari kunjungan industry yang telah dilakuan adalah antara lain sebgai berikut:
1.
Untuk memenuhi salah satu syarat
kelulusan mengikuti UAS.
2.
Untuk menambah pengetahuan mahasiswa
khususnya dalam dunia industri.
3.
Untuk memberi wawasan mengenai
proses produksi teh yang sebenarnya.
1.2. Manfaat
Adapun manfaat yang telah didapat
dari kunjungan industri yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui alur prose pembuatan produk teh dari PT.
Gunung Slamat (Teh Poci).
2.
Menambah
pengetahuan mengenai dunia industri dan diharapkan mampu menjalankan suatu
usaha.
3.
Mengetahui
berbagai macam produk yang dihasilkan dan diolah oleh PT. Gunung Slamat ( Teh
Poci ).
4.
Untuk
mengetahui kualitas teh yang ada dipasar yang saat ini dijual.
5.
Menambah
pengetahuan seputar dunia wirausaha.
BAB II
PENDAHULUAN
2.1. Waktu Pelaksanaan
Kunjungan Industri ini
dilaksanakan pada Rabu, 23 November 2016, pukul 08.00 - selesai dan bertempat
di PT. Gunung Slamat (Teh Poci). Diawali dengan presentasi tentang sejarah
berdirinya PT. Gunung Slamat (Teh Poci).
Serta proses pembuatan teh yang ada pada PT. Gunung Slamat (Teh Poci) pada
jam yang dibawakan oleh Bpk. Ari Dwindarso, setelah selesainya penyampaian
materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Kemudian dilanjutkan
dengan berkeliling melihat proses pembuatan teh dari bahan baku hingga jadi,
Setelah itu beristirahat disekitar taman PT. Gunung Slamat (Teh Poci).
2.2. Rundown Acara
Hari/ Tanggal
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Tempat
|
Rabu,
23 November 2016
Rabu,
23 November 2016
|
08:00
|
Sampai Kampus AMIK BSI Tegal
|
Kampus AMIK BSI Tegal
|
08:00-08:30
|
Persiapan
|
Kampus AMIK BSI Tegal
|
|
08:30-09:15
|
Perjalanan menuju PT. Gunung
Slamat
|
||
09:15
|
Sampai di PT. Gunung Slamat
|
PT. Gunung Slamat
|
|
09.15-10:30
|
Presentasi menganai PT. Gunung
Slamat
|
PT. Gunung Slamat
|
|
10.30-11.30
|
Melihat proses pembuatan teh PT.
Gunung Slamat
|
PT. Gunung Slamat
|
|
11.30-12.00
|
Istirahat
|
PT. Gunung Slamat
|
|
12.00-13.00
|
Perjalnan pulang menuju kampus
AMIK BSI Tegal
|
2.3.
Materi
Kunjungan
2.3.1.
Profil
PT. Gunung Slamat Slawi (Teh Poci).
Berawal dari bisnis keluarga Sosrodjojo pada tahun
1940, dengan produk bermerk Teh Cap Botol. Tahun 1953, bisnis keluarga
Sosrodjojo berkembang menjadi PT. Gunung Slamat yang sampai sekarang
menghasilkan berbagai variasi produk dengan merk seperti: Poci, Botol, Sosro,
Tasseo, Sadel, Terompet, Berko & Sepatu. Bisnis ini diawali oleh Bpk.
Sugiarto Sosrodjojo sejak usia 13 th yang sudah mulai usaha home industri
keluarganya dengan cara dijual keliling hampir 4 tahun mulai dari daerah Slawi,
Tegal sampai Brebes keliling Jatibarang. Namun beliau tetap semangat dan
pantang menyerah meskipun jarak yang ditempuh menggunakan sepeda lumayan jauh
beliau tetap menjalani home industri itu sendiri.
Asal mula nama teh cap botol berawal dari pemikiran
beliau bahwa setiap rumah atupun dimana saja mesti terdapat sebuah botol,
sehingga beliau mempunyai ide untuk menamakan teh hasil produksinya dengan nama
Teh Cap Botol. Dalam waktu hampir 4 tahun bisnis Teh Cap Botol sudah mulai
terkenal lalu beliau menambahkan produksinya dari dapur 5 sampai 10, kemudian
hampir setengah tahun lebih beliau menambahkan 25 dapur, lalu tahun 1950
menjadi 35, tahun 1953 menjadi 40 dapur. Lalu beliau mulai berfikir untuk
mengembangkan home industrinya menjadi lebih besar, sehingga beliau berniat
untuk meminjam uang di Bank Swasta pada saat itu.
2.3.2.
Jenis-jenis
Produk.
Didalam usaha home industri ini terdapat banyak macam jenis
teh antara lain seperti:
1.
Teh Hijau adalah daun teh yang dipertahankan Zat
Klorofilnya (zat hijau daun) , perubahan warna teh dikarenakan dengan cara
proses Oksidasi.
2.
Teh Hitam adalah teh yang di proses dengan cara
pelayuan,selama proses pelayuan dau teh akan mengalami perubahan senyawa kimia
yang terdapat pada daun serta menurunya kandungan air sehingga daun teh menjadi
lemas, dailanjutkan dengan proses pengeringan.
3.
Teh Olong yaitu teh yang di proses dengan cara
proses setengah oksidasi atau juga disebut semi fermentasi.
4.
Teh White Tea adalah daun teh yang masih pucuk, prosesnya hanya
dengan cara dikeringkan saja.
Berdasarkan Merk Teh, ada 2 Jenis Merk yang terdapat di
PT. Gunung Slamat ini antara lain:
1.
Berdasarkan Merk-merk Daerah
a. Sadel dan Terompet berasal dari daerah
Wonosari
b. Berko berasal dari daerah Kebumen
c. Sepatu berasal dari daerah Pamanukan
2.
Berdasarkan Merk-merk Nasional
a.Poci
b. Botol
c.Sosro
2.3.3.
Proses
Produksi Teh.
Adapun
alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan teh yang dilakukan oleh PT. Gunung Slamat (Teh Poci) adalah sebagai
berikut:
1.
Pallet
2.
Alat Penghilang Kotoran
3.
De-Creater
4.
Mesin pencuci krat (Crate Washer)
5.
Optic Scan
6.
Light Inseception
7.
Unit Pasturisasi
8.
Mesin Pengisi (Filter)
9.
Mesin penutup
10.
Coding (Inject Printer)
11.
Mesin Crater
12.
Pompa
13.
Pipa Sirkulasi
14.
Plat Heat Exchange
15.
Cubung (alat untuk mengeringkan teh dengan cara
pengasapan)
Adapun alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan
teh yang dilakukan oleh PT. Gunung
Slamat (Teh Poci) adalah sebagai berikut:
1. Teh
Hijau, Teh White Tea, Teh Oloong, Teh Hitam
2.
Bunga Melati, Bunga Gambir
3.
Air secukupnya
Adapun
tahap-tahap proses pembuatan teh yang dilakukan oleh PT. Gunung Slamat (Teh
Poci) berdasarkan jenis-jenis teh antara
lain sebagai berikut:
1.
Proses Produksi Teh Hijau
a. Pemasakan
atau Pengeringan
Merupakan proses awal pembuatan wangi untuk
membentuk warna dan aroma khas Teh Wangi Melati (Java Jasmine Tea). Proses
Pengeringan kedua adalah proses penurunan kadar air setelah proses pewangian. Proses
ini dilakukan untuk menghilangkan kadar air didalam teh, karena jika langsung
diseduh warnanya akan bening juga untuk menghilangkan bau wangur pada teh,
proses pemasakan atau pengeringan bisa mencapai waktu selama 40-45 menit dengan
suhu rata-rata kurang lebih 100-120 derajat Celcius. Semakin lama proses
pengeringan maka warna akan semakin baik, namun jika terlalu lama maka
kandungan senyawanya akan semakin hilang.
b. Pembaceman
Pembaceman adalah proses persiapan teh sebelum
proses pewangian, dalam proses ini digunakan penambahan air untuk melembabkan
teh. Tujuan proses ini adalah membentuk warna dan mengurangi reaksi eksoterm
teh pada saat kontak dengan bunga.
c. Pewangian
Pewangian yaitu proses inti pembuatan teh
wangi, dimana dalam tahapan ini terjadi penyerapan aroma dari bunga melati dan
bunga gambir oleh teh yang telah dipersiapkan pada proses sebelumnya
(pembaceman).
d. Pengeringan
2
Pengeringan ini dilakukan setelah semua
proses selesai, dari mulai proses pembaceman sampai proses pewangian.
e. Pengemasan
Pengemasan ini dilakukan dengan 2 cara
yaitu dengan cara tradisional dan juga melalui modern. Pengemasan tradisional
mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu yang membungkus teh dengan cara nyontong dari
mulai teh bungkus yang berukuran besar hingga teh bungkus yang berukuran kecil.
Dalam satu hari pengemasan tradisional yang dilakukan oleh ibu-ibu teersebut
bisa mencapai 1500 perhari. Sedangkan proses pengemasan modern biasanya
membungkus teh celup yang masing-masing mesin kecepatanya berbeda bisa mencapai
100 kantong per menit dan ada juga yang 300 kantong per menit dengan
menggunakan mesin dari Italy.
2.
Proses produksi Teh Hitam
Proses produksi Teh Hitam hanya dilakukan dengan cara
proses mixing saja karena supaya aromanya tetap terjaga.
Setelah
Pembuatan proses Teh tersebut selesai, selanjutnya melakukan proses Quality
Control. Proses ini bertujuan untuk menguji apakah teh yang dihasilkan apakah
sudah baik untuk dikonsumsi atau belum. Proses Quality Control dibagi menjadi 2
tahap seperti:
1.
Tes Lab
Tes yang digunakan untuk menguji kadar Tanin didalam
teh tersebut.
2.
Tes Orgoleptik
Yaitu hasil tes yang dicoba diminum langsung oleh
penguji untuk menguji aroma dan rasa yang ada di dalam teh tersebut.
2.3.4.
Cara
Pemasaran Teh.
Cara pemasaran teh ini dilakukan melalui unit-unit sekitar 50 dengan
distributor kurang lebih 100 , seperti model Outlet yang berada di Carefure dan
Mol. Model Outlet ini lebih mempersipakan hal-hal yang tidak ada di pasaran, jika
di pasaran biasanya menggunakan gerai-gerai es teh Poci dan lain sebagainya.
2.3.5.
Cara
Pembuangan Limbah.
Limbah
produksi Teh ada 2 jenis , yaitu jenis limbah Organik dan juga Limbah B3,
seperti berikut ini:
1.
Limbah Organik
Yaitu limbah yang masih bisa didaur ulang, seperti
bunga melati yang sudah dipakai untuk proses pembaceman dan pewangian, bisa
dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.
2.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Yaitu limbah yang
berbahaya dan beracun yang tidak bisa diuraikan lagi, seperti lampu neon, oli
bekas mesin dan lain sebagainya. Limbah ini berhubungan dengan pihak ketiga
yang dikelola oleh kementrian lingkungan.
2.4.
Dokumentasi
Gambar II.1 Foto
Bersama di PT. Gunung Slamat
Gambar II.2 Presentasi
Bpk. Ari Dwindarso
mengenai PT. Gunung Slamat
Gambar
II.3 Foto Bersama
Gambar
II.4 Foto Proses Produksi Teh Hijau Melati
Gambar
II.5 Foto Macam-macam jenis Bunga melati
Gambar
II.6 Foto Peralatan Produksi Mesin Pengering Teh
Gambar
II.7 Foto Peralatan Produksi Baceman
& Pewangian Teh
Gambar
II.8 Foto Proses Quality Control
Gambar
II.9 Foto Jenis Merk Teh Tasseo
Gambar
II.10 Foto Jenis Merk Teh Sadel
Gambar
II.11 Foto Jenis Merk Teh Cap Botol
Gambar
II.12 Foto Jenis Merk Teh Cap Poci
Gambar
II.13 Foto Jenis Merk Teh Celup Sosro
Gambar
II.14 Foto Proses Pengemasan secara Tradisional
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari kunjugan
industri yang dilakukan dan bertempat di PT. Gunung
Slamat (Teh Poci) adalah sebagai
berikut:
1.
Menjadi
seorang wirausaha haruslah ulet.
2.
Dalam
menghasilkan produk harus tetap memperhatikan kualitas dan harus melihat
potensi pasar serta apa yang diingnkan oleh konsumen.
3.
Untuk
memasarka produ yang dihasilkan haruslah menggunakan strategi yang logis namun
mampu menarikkonsumen lebih banyak lagi.
3.2. Saran
Saran yang akan diberikan
pada kunjungan industri yang telah dilakukan adalah mengenai waktu dan tempat
kunjungan industri yang harus diduskusikan lebih baik lagi agar sesuai dengan
kompetensi yang ada.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar